Tips Cara Mengatasi Anak Yang Masih Sering Ngompol

Anak ngompol
Kebiasaan ngompol adalah masalah umum yang dialami oleh anak-anak, namun jika masih terjadi hingga memasuki usia sekolah, seperti di atas umur 7 tahun, bagaimanakah cara mengatasinya?

Anak ngompol seringkali menjadi masalah bagi sebagian besar orang tua. Padahal sebenarnya kebiasaan ngompol baru dapat dikatakan sebagai masalah hanya jika perilaku tersebut berlanjut sampai anak berusia 5 tahun. Menurut penelitian, gejala ngompol terjadi pada 1 dari 3 anak berusia 4 tahun dengan jumlah paling banyak adalah anak laki-laki. Ngompol juga lumrah dialami oleh anak-anak usia pra sekolah, karenanya masih ada 10 persen dari jumlah anak-anak usia 6 tahun yang masih belum dapat lepas dari kebiasaanngompol.

Ada beragam faktor yang menyebabkan anak ngompol, baik di siang maupun di malam hari. Salah satunya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi minuman sebelum tidur. Padahal kemampuan tubuh balita belum bisa memberikan ‘alarm’ untuk membuat mereka bangun ketika ingin buang air kecil saat tidur. Kelelahan serta kapasitas kantung kemih yang lebih kecil juga menjadi penyebab ngompol.
Menariknya spesialis anak, Dr Pankaj Deshpande berpendapat di beberapa kasus, kebiasaan ngompol diturunkan dari orang tuanya. Ini diindikasikan usia anak bernentingompol sama dengan usia orangtuanya saat berhenti ngompol

Tapi, jika kebiasaanngompol masih menimpa anak usia 7 tahun ke atas, maka disebabkan oleh faktor psikologis, seperti stres tinggi atau gangguan kecemasan yang terjadi pada anak. Yang perlu diingat oleh orang tua adalah JANGAN MENGHUKUM atau memarahi anak yang sering ngompol. Karena hal tersebut dapat memperburuk kondisi si anak akibat merasa kehilangan harga dirinya atau kepercayaan dirinya yang menurun ketika menghadapi masalah.

Dalam bukunya yang bertajuk “21 Jurus Ampuh Hipnosis Anak”, Bunda Lucy, seorang psikolog anak menuturkan beberapa cara ampuh mengatasi kebiasaan ngompol pada anak, antara lain:
  1. Membatasi minum pada malam hari.
  2. Menjaga anak untuk tidak mengonsumsi cola, teh, cocoa, dan cokelat, karena semunya mengandung kafein yang bersifat diuretik.
  3. Berikan pujian atau reward ketika anak berhasil tidak ngompol.
  4. Libatkan anak dalam aktivitas membersihkan bekas ngompolnya dalam suasana kerjasama yang baik tanpa kemarahan.
  5. Jangan perlakukan anak seperti bayi dengan memaksanya menggunakan popok atau celana plastik.
  6. Lakukanlah ‘pillow talk’, yaitu dengan membisikkan kata-kata ke telinga anak untuk segera ke kamar mandi jika ia ingin buang air.
  7. Untuk anak di atas 7 tahun yang masih ngompol, sebaiknya lakukan teknik regresi untuk mencari tahu gangguan psikologis apa yang pernah terjadi pada anak hingga memicu kebiasaan ini.

Sumber artikel : http://www.ibudanmama.com/pola-asuh/1-3-tahun/cara-jitu-mengatasi-anak-ngompol/

Artikel Terkait Anak

Title Post: Tips Cara Mengatasi Anak Yang Masih Sering Ngompol
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: siyu siti

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel di blog Cari Solusi.